Green Bay : The Perfect Beach In Banyuwangi

Apa definisimu mengenai pantai yang sempurna untuk dikunjungi?! Bersih, berpasir putih lembut, minim pengunjung ataukah pantai dengan gradasi warna laut yang menawan?! Mungkin teluk yang satu ini sangat layak untuk dikunjungi karena disana terdapat semua kriteria yang saya sebutkan di atas. Teluk Ijo namanya, atau bahasa gawulnya Green Bay. Letaknya di Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.

Sebenernya bisa dibilang trip saya kesana beberapa waktu lalu adalah trip dadakan. Seorang sahabat mengirim ajakan lewat Whatsapp untuk berkunjung kesana pas long wiken lalu. Ketika itu saya hanya 50:50, antara mengiyakan ataukah menolak. Kenapa?! Lokasi Teluk Ijo yang berada di dalam kawasan Taman Nasional Meru Betiri, lebih tepatnya sih berada di pertengahan antara Rajegwesi dan Sukamade, susah diakses jika menggunakan sepeda motor. Nah, sebelumnya saya sudah kapok untuk berkunjung kesana menggunakan motor. Jalannya itu loh makadam, atau dengan kata lain jalan tanah berbatu gede sekepalan tangan orang dewasa. Efeknya gak nahan cuy, pundak dan jari pegel, pantatpun nyeri gak karuan.

Bukan hanya itu yang menjadi ganjalan di awal ketika akan berkata iya. Untuk menuju ke Teluk Ijo, kita diharuskan menuruni tebing. Nah, terus sepeda motor saya apa kabar?! Masa iya mau bawa rantai sepanjang tali pengikat perahu dan diikatkan ke pohon besar?! Gimana kalo ban saya digembosi atau busi saya dicuri orang asing?! Waaaa, bisa pulang ngesot sampe ke kota. Walaupun sahabat saya berkata nanti motor dititipkan ke rumah penduduk, tetep belum bisa meyakinkan saya untuk bilang, “Ya, I’m in!!”. Hmmm, dilema di awal, namun karena rasa antusias yang melebihi batas, akhirnya saya mengiyakan ajakan tersebut. Masalah sepeda dipikir nanti sajalah, jangan berprasangka buruk dulu, hahaha…

***

Pagi itu, Kamis 15 Nopember 2012, langit Jember-Banyuwangi mendung-mendung galau. Di sebelah kanan saya, ketika melintasi Kecamatan Kalibaru, langit abu-abu pekat menggelayut. “Ya Tuhan, berikanlah cuaca cerah hari ini, agar saya bisa seneng-seneng di Teluk Ijo”, begitu doa saya dalam hati. Beruntunglah, semakin mendekati Rajegwesi, langit benar-benar cerah. Puji Tuhan…

Motor saya dan sahabat berhenti di sebuah kediaman penduduk. Itu adalah rumah terakhir sebelum naik ke Sukamade. Sebenernya pikiran jelek masih berkecamuk, ketika motor saya parkir, katanya gak boleh dikunci setir. Hmm, okelah… Cuss, daripada kesiangan.

Dari rumah tersebut, mau gak mau kamu harus tracking menuju lokasi Teluk Ijo. Sekitar 45 menitan lah, masuk ke dalam kawasan hutan. Jalanan sepi yang berbatu membuat siapa saja merasa bener-bener back to nature. Sepanjang perjalanan hanya tampak pepohonan lebat, suara tenggeret dan burung, terkadang juga ada suara gemerisik dedaunan akibat monyet yang berlompatan kesana kemari. Bahkan ketika saya dan tiga orang sahabat melintas, tampak seekor ayam hutan yang nyantai di tengah jalan sambil sesekali matanya waspada terhadap kehadiran kita berempat.

Pantai Batu Permintaan

Begitu menemukan papan penunjuk arah “Teluk Ijo”, jalanan semakin menyempit. Sekitar 50 m kita menaiki tangga yang pegangan tangannya sudah rusak, begitupun semen pijakan. Setelahnya, jalanan turun terus. Jalan setapak yang hanya cukup dilalui satu orang dewasa dan sebelah sisi langsung tebing, tanpa adanya “pengaman”. Jadi, hati-hati yes?! Gak usah terburu-buru, nyantai aja…

Sumprit, ini duwit nemu… :D

Sampai di bawah, kamu bakal menemui sebuah pantai yang dinamakan “Wish Stones Beach”, atau Pantai Batu Permintaan. Pantai ini beda dengan pantai-pantai yang lain. Di pinggiran pantai gak ada pasir, melainkan batuan bunder-bunder halus berwarna abu-abu keputihan. Uniknya lagi, begitu terhempas ombak, batu-batu itu akan menimbulkan bebunyian yang lutchu, klutuk…klutuk…klutuk… Percaya gak percaya sih sahabat, sewaktu di atas dan membaca nama pantai tersebut, saya sempet nyletuk “semogaaaa dapet duit!”. Tau gak, begitu duduk santai sejenak untuk mengumpulkan tenaga kembali dan menoleh ke bawah, saya mendapati duit 4.000 perak terselip di antara bebatuan. Lumayan, buat bayar ongkos parkir, hahaha…

Menuju Teluk Ijo, kamu masih harus menempuh perjalanan kembali menyisir pantai dan sedikit masuk ke hutan. Begitu keluar dari semak-semak… HWUAAA…!! Pantai ini keren gilak! Pasirnya putih halussss, sampai kakimu terendam setiap melangkah hingga mata kaki. Pengunjungpun nyaris gak ada, saat itu hanya kami berempat, tiga orang pemuda lokal serta dua orang western berkewarganegaraan Inggris yang datang bersama seorang guide. Ebuset! Pantai pribadi dan private beneran yes?! Soal warna air laut jangan ditanya. Dinamakan Teluk Ijo ya karena gradasinya itu. Dari ijo muda, biru muda hingga biru tua. Hmmm, begitu melihat semuanya, satu hal yang terbersit di otak saya adalah, “Ayo berenaaaaannngggg…!!”, hehehe…

Teluk terselubung ini sangat cocok dijadikan tempat melarung kepenatan. Main air, berenang, bengong-bengong bego di bawah pohon rindang dan bobok siang adalah kegiatan yang sangat sangat menyenangkan. Andai saja saat itu saya membawa beberapa novel perjalanan dan hammock, pasti gak bakalan mau pulang. Oh iya, tau gak sahabat, di Teluk Ijo itu juga sebenernya ada air terjun setinggi 10-15 meter, namun sayang, ketika saya berkunjung debit airnya mati karena musim kemarau.

Pantai ini bisa dikatakan masih perawan, mungkin aksesnya tergolong susah bagi pejalan biasa ya. Tracking naik turun bukit dengan jalanan sempit memang butuh tenaga ekstra. Namun semua jerih payah itu terbayar setelah melihat landscape Teluk Ijo. Bukankah semuanya butuh proses yang gak gampang untuk mendapatkan sesuatu yang wah?!

Dibalik jalurnya yang tidak bersahabat bagi pelancong, membuat kawasan ini tetap alami. Biarlah hanya orang-orang tertentu saja yang sadar akan kelestarian alam yang mampu menjangkau Teluk Ijo ini. Jangan sampai dibangun sarana prasarana yang mempermudah ataupun dijadikan kawasan komersialisasi, opini saya saja sih…

Nah, buat kamu yang pengen ngelamun seharian, lokasi ini cocok dikunjungi. Menghabiskan waktu seharian disini bakalan gak kerasa karena kamu bakal terbuai dengan pemandangan alam yang ada.

Untuk kendaraan, bisa saja sih kesana tanpa motor. Waktu itu saya sempet tanya-tanya, dari Kalibaru ada rental Jeep (inc. supir dan bensin) disewakan seharga Rp 1.000.000 untuk siapa saja yang pengen ke Sukamade dan Teluk Ijo. Harga tersebut di luar biaya makan dan penginapan di Sukamade. Kalo masih tetep kekeuh naik motor, walaupun kata mas guide yang saya temui motor aman diparkir di tepi jalan, namun buat jaga-jaga mending dititipkan ke rumah penduduk sajalah, cuma bayar seikhlasnya kok.

Mungkin bisa saya bilang, “Teluk Ijo adalah pantai terbaik yang dimiliki Banyuwangi…”.

Tags: , ,

Author:Andreas Setiawan

Seorang banker yang doyan makan, hobi ngayap dan bengong-bengong bego menikmati sunset.

22 Responses to “Green Bay : The Perfect Beach In Banyuwangi”

  1. November 28, 2012 at 5:09 am #

    mirip ancol ga sih…?

    • November 28, 2012 at 11:31 am #

      gw belom pernah menginjakkan kaki di Jekardah, sekian, terima kasih… ;p

  2. ana
    March 16, 2013 at 4:21 pm #

    Pemandangan Teluk Ijo ajib bener.
    Banyuwangi trnyata gudang’y pantai2 eksotis.
    Jd kepikiran buat nge trip ksana.
    Semoga :-D

    • March 20, 2013 at 8:52 am #

      Yes indeed. Banyuwangi banyak pantai menarik. Jember pun demikian Mbak Ana… #tetep ;p

  3. April 24, 2013 at 7:00 pm #

    Petualangan yang melelahkan … :) tapi seru :D

  4. September 9, 2013 at 1:40 pm #

    Ndreeeee….. aku anterin kesini yaaa

  5. tiana
    October 14, 2013 at 9:27 am #

    hi andre, few weeks ago i went to teluk hijau with friends… it was fun walks, exhausted though but when you reach the first stop, that is stone shore…i felt relieve..cool beach, shady, was nice to have short break. then we continue to next paths…then we found a huge white smooth sandy beach with green water view…trully amazing! i posted some great pictures of teluk hijau and other places. it was become one of my truly adventure. nice to share this with you here :)

    • October 15, 2013 at 10:40 am #

      Hi Tiana! Ya, Teluk Hijau is the best beach in Banyuwangi I think. White smooth sand and turquise water makes me want to come back again and again… Thanks for visiting my blog! Have a great journey! :D

  6. sandy ali
    October 31, 2013 at 9:14 am #

    alo gan…mau tanya kalo dr stasiun banyuwangi gmn caranya bisa smpa sana ya,,naik apa n berapa tarifnya…? thank u

    • November 10, 2013 at 8:52 pm #

      waduh, saya kurang begitu fasih kalo urusan transportasi gan, hehehe… (maapken). Mungkin naik bus aja dan turun di Pesanggaran (nanya orang lokal bus mna yang harus dinaiki). Ntar bisa minta jeut pas nyampe di pesanggaran. Nih saya punya kotak penduduk deket Teluk Ijo yang bisa jemput : Mbak Sri (082143178673). Semoga membantu :)

  7. November 5, 2013 at 7:40 pm #

    halo…

    jalurnya tampak bener2 uji nyali yah… hahaha! BTW aman yah kalo titip motor sama warga setempat?? trus klo dari Pulau Merah enaknya lewat mana yah?? saya oprek-oprek gugel Map, ga nemu posisi Teluk Ijo Ini.. bisa share lokasi nya?? thankyou

    • November 10, 2013 at 8:55 pm #

      Hai juga Widya :D

      Ah, jaulurnya gak serem-serem amat kok, biasa aja, hugagaga… Titp motor?! Amaaannn… Sekarang ada lokasi parkir di atas sana dengan tarif 2rb. Kalo Plau Merah dari Pesanggaan kan belok kiri, nah teluk ijo yang lurus aja ke arah sukamade. Ikuti jalannya walo rusak, ntar disana ada penduduk yang jaga parkir. Turun disana kemudian trekking deh! Semoga nemu dan have fun yah…! :D

  8. November 19, 2013 at 4:23 pm #

    mas, kalo Mbak Sri ini bisa ngejemput dari mana? hahaha saya kayaknya bakal sendirian deh ke Teluk Ijo ini, soalnya partnernya mendadak ga bisa ikutan… trus kira2 ama Mbak Sri bayar berapaan yaaaaaah?? makasih sebelumnya,,,

    • November 19, 2013 at 9:31 pm #

      kemaren pas nanya” mereka bisa jemput di Pesanggaran deh mbak. Atau langsung telpon Mbak Sri langsung aja. Biar jelas mengenai lokasi penjemputan dan tarifnya… :)

  9. ferry
    February 4, 2014 at 3:46 pm #

    agan andreas klo dari banyuwangi kota kita menuju rute mana tolong mungkin bisa dibantu tiap rutenya gan..misal dari bywngi kota ikuti arah k mana gt trs kmna sampk ktmu lokasi apa gt yg bisa jd patokan untuk kesna..thx..

    • February 15, 2014 at 1:45 pm #

      ehmm.. jujur saya mulai dulu bermasalah dengan menghafal rute –” Yang penting menuju Pesanggaran dulu, dari sana bisa telp kontak yang ada di atas. Maaf gak bisa banyak bantu, soalnya gak pernah juga naik kendaraan umum (yang cenderung susah) :)

  10. gunadi
    February 18, 2014 at 3:15 pm #

    Indah banget… kadang Indonesia ini banyak tempat indah banget tapi susah akses.

  11. peppy
    April 19, 2014 at 1:54 pm #

    horee ada pencerahan green bay, postingan keren ini, awal juni insya allah mau kesana :D

    • May 9, 2014 at 8:17 pm #

      ahseeekkk…!! Sekalian baliknya mampir ke Pulau Merah buat liat sunrise…

  12. Devinda
    July 15, 2014 at 12:56 pm #

    Saya warga daerah Genteng,,pengen bgt ke tempat itu dari doeloe,,
    tp ampe skrg blm jg kesampaian..
    Sediihh puoooLLL
    Foto2nya itu jd tambah bikin pENasaRaaaannnn
    Seremm bgt yah Mas jalannya???
    Hmmm…

  13. asa
    July 28, 2014 at 12:49 pm #

    Aaaaaaaaaak… udah ke Pulau Merah, pingin ke Green Bay >.<

Leave a Reply