Warung Mak Beng : Oase di Tengah Teriknya Sanur

Pagi itu motor saya menderu membelah jalanan lebar kota Denpasar yang mulai sibuk dengan segala keruwetannya. Bersama empat orang sahabat saya mengarahkan motor ke arah Sanur, bukan untuk bermain-main di pantai, namun penasaran ingin mencoba satu kuliner khas yang ada di sekitaran Pantai Sanur. Dari hasil Googling, saya mendapati sebuah nama warung yang konon selalu dibanjiri pengunjung. Namanya Warung Mak Beng, terletak di Jl. Hang Tuah No. 45 Sanur. Menurut informasi, warung ini sudah dibuka sejak tahun 1941 dan pendirinya bernama Ni Ketut Tjuki, yang sekarang ini dikenal dengan sebutan Mak Beng.

Seperti biasa, kami mengandalkan tuntunan dari sebuah GPS yang tertanam di hape. Gak susah kok untuk menemukan Jl. Hang Tuah yang dimaksud. Kamu hanya perlu mengemudikan kendaraanmu menuju ke parkiran Pantai Sanur. Nah ketika itu, setelah tanya-tanya dimana letak Warung Mak Beng, pak parkir pun bilang, “Lurus aja mas, warungnya ada di pojokan. Rame kok, pasti nemu…“.

Hmm… Oke, setelah memarkir motor dan berjalan ke arah pantai, saya mendapati sebuah warung makan di sebelah kiri yang rame pengunjung. Sebenernya sih bukan warung tradisional sederhana seperti di Jawa, Warung Mak Beng ini seperti depotlah, lebih besar dari deskripsi sebuah warung menurut saya. Bangunannya pun tampak seperti rumah biasa, dengan pagar batu khas Bali dan beberapa pot bunga kamboja di tepi jalan. Satu lagi, hanya terdapat sebuah plang kecil di depan rumah yang bertuliskan “Warung Mak Beng”.

Begitu masuk, sudah banyak pengunjung yang tampak asyik menikmati pesanannya, padahal ketika itu masih jam 09.30 WITA lho. Saya dan sahabat dengan wajah sok imut akhirnya numpang meja ke sebuah keluarga. Lah, gimana lagi?! Daripada gak makan, belum sarapan pulak (sengaja). Mending sok akrab, namanya juga makan di warung, hahaha…

Ada Anang, Pak Bondan dan pastinya… Agnesmooooo..! :D

Interiornya ditata sedemikian rupa sehingga membuat betah setiap pengunjung yang menyantap hidangan. Meja dan kursi panjang terbuat dari kayu yang nampak solid diletakkan di dalam ruangan serta beberapa di halaman depan, mengingat space yang tidak terlalu luas. Untuk sirkulasi udara gak usah kuatir, warung ini terbuka lebar. Masih kegerahan?! Tenang, ada beberapa kipas angin yang baling-balingnya juga terbuat dari kayu tergantung di langit-langit. Di temboknya, berderet foto artis yang sudah pernah mencicipi masakan Mak Beng ini. Termasuk dua diantaranya adalah Agnes Monica! Penting banget nih, hahaha…

Paket komplet, hanya Rp 28.000 (+Rp 4.000 es teh)

Jangan berharap adanya menu yang bervariasi jika makan di Warung Mak Beng ini. Disana hanya ada ikan laut goreng, sup kepala ikan laut dan sup sayur. Cuma itu doank?! Yes! Satu porsi menu disini dibandrol dengan harga Rp 28.000 yang terdiri dari nasi putih, semangkuk sup kepala ikan dan sepiring ikan laut goreng komplet dengan sambal terasi dan irisan jeruk sambal.

Sup Kepala Ikan

Mengenai rasa jangan ditanya. Deretan foto artis yang tergantung di “Wall of Fame” Warung Mak Beng bisa dijadikan saksi bisu akan kelezatan makanan disini. Kali pertama yang saya cicip adalah kuah sup kepala ikannya. Begitu kuah kuning tersebut tersruput, hmmm… Kuah yang kaya akan racikan bumbu dan rempah terasa menyegarkan mulut. Rasanya itu lho, seger dengan sedikit rasa pedes, hampir mirip kuah garang asem lah kalo di Jawa. Tapi bedanya kuah sup kepala ikan disini sedikit berminyak. Kepala ikan jangki, kata mbak kasir, begitu lezat disantap. Dagingnyapun lembut. Cocok banget dijadikan menu makan siang, di kala terik pantaimenyengat kulit. Semakin seger karena didalamnya ditambahkan irisan mentimun yang ikut dimasak.

Ikan Goreng plus Sambel yang haujek secinping ;D

Untuk ikan laut gorengnya, ini nih favorit saya. Bagian tubuh ikan jangki ataupun cakal digoreng dengan bumbu minimalis, namun menghasilkan cita rasa yang wah! Hasilnya, daging ikan yang garing di luar, namun lembut di dalam. Rasanya gurih pake banget! Apalagi dicocol dengan sambel terasi yang sudah diberi jeruk sambel, beghhhh… Saya yakin setiap orang yang menyantapnya bakal terlena. Sambelnya juga manteb sahabat, lain dengan sambel Bali kebanyakan. Saya yang tinggal di Jawa lebih cocok sambel warung ini daripada tempat makan Bali lainnya.

Nah, penasaran seperti apa sih warung yang melegenda ini?! Cuss datang langsung ke TKP. Inget ya, Warung Mak Beng hanya buka dari jam 09.00 WITA dan tutup jam 17.00 WITA. Sekedar tips sih, jangan datang di saat jam makan siang, atau kamu bakalan berdiri berjam-jam hanya untuk menunggu adanya bangku yang kosong. Salam kuliner!

 

WARUNG MAK BENG

Jl. Hang Tuah No. 45 Sanur, Denpasar, Bali

Telp. (0361) 282 633

Jam operasional 09.00 – 17.00 WITA

Harga seporsi per tanggal 27 Oktober 2012 : Rp 28.000

Tags: , ,

Author:Andreas Setiawan

Seorang banker yang doyan makan, hobi ngayap dan bengong-bengong bego menikmati sunset.

10 Responses to “Warung Mak Beng : Oase di Tengah Teriknya Sanur”

  1. December 6, 2012 at 1:05 am #

    hmmm ternyata blog ini penuh isinya tulisan jalan2 dan makan2 semua. mesti gw telaah satu2 nih haha. ikut jelajah gizi juga rupanya? keren!

    btw udah coba warung nikmat di deket discovery mall?

    • December 6, 2012 at 9:35 pm #

      yes indeed, memang blog ini spesialis jalan-jalan dan kuliner masbro :D. Iya, kemarin lolos Jelajah Gizi dan salah satu artikel berhasil jadi juara kedua ;p. Warung nikmat?! Hmmm, baru denger. Bisa kasih tau lokasi tepatnya dan istimewanya apa?! #googling

  2. December 10, 2012 at 8:01 pm #

    sambel nya juara …. sempet masuk kedapur nya liat ikan2 itu di proses dan bener2 mantap.
    jadi ngilerrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrr

    • December 10, 2012 at 9:54 pm #

      waaa… sampe blusukan ke dapur?! Hemmm… okay, cukup bikin saya envy! LoL

  3. January 23, 2013 at 9:26 pm #

    Mmm… Aku juga suka Mak Beng. Itu berbeda dari yang lainnya. :)

  4. February 8, 2014 at 7:07 pm #

    harga per Oktober 2013, 45 ribu satu porsi lengkap Ikan goreng + sop ikan + nasi, benar – benar nguras kantong backpaker kere seperti saya, haha..

    • February 15, 2014 at 1:46 pm #

      Nah, ada yang ngasih tau apdet harga tuh! Tapi worth it lah ya dengan rasa yang didapet :D

  5. March 7, 2014 at 2:04 pm #

    Bali memang ga ada abisnya tempat kuliner yang luar biasa. mau dari makan traditional sampai international semua ada di bali. apa yg ga ada coba anda bayangkan itu, luar biasakan mangnetik bali yng membuat oarang harus datang mengunjugi bali , lebih dari 1x dan ga puas 2 x , memang lauar biasa pulao bali ini mari kita bersama menjaga ke amanan dan ke nyamanya, bruuuw.

    • March 15, 2014 at 12:54 pm #

      yes indeed! Semua-muanya ada di Bali. Kuliner yang luar biasa, landscape yang elok dan tradisi yang kental terasa selalu bikin kangen untuk berkunjung lagi…lagi…dan lagi… :)

Leave a Reply